BERITA CAMAT TRAMTIB

Transit Sampah “Ngudi Resik” Desa Mayang, Memicu dan Mendorong Pengolahan Sampah Agar Bernilai Ekonomi

31 Januari 2024

Transit Sampah “Ngudi Resik” Desa Mayang, Memicu dan Mendorong Pengolahan Sampah Agar Bernilai Ekonomi

Pemerintah Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo, melalui Desa Mayang mendorong penambahan bank sampah di masyarakat untuk mengurangi volume sampah. Penambahan itu salah satunya yang diinisiasi masyarakat Desa Mayang. Dimana; Bupati Sukoharjo, Etik Suryani meresmikan Tempat Transit Sampah “Ngudi Resik” di Desa Mayang, Kecamatan Gatak, Kamis 25 Januari 2024. Disni, Bupati berharap pembangunan tempat transit sampah tersebut bisa dicontoh desa lain.

Camat Gatak (Tri Wahyudi), berpendapat bahwa : Apa yang dilakukan Masyarakat di Desa Mayang  ini menjadi hal penting. Ini adalah sebuah awal menuju kepada proses selanjutnya. Forum bank sampah kiranya patut dan layak mendukung dan membersamainya, Forum Bank Sampah Kabupaten Sujkoharjo bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten sukoharjo akan semakin membangun komunikasi yang kuat dengan kewilayahan agar bank sampah bisa lebih optimal. Desa dan masyarakatnya diharapkan bersama-sama mengembangkan bank sampah.

“Kita juga mendorong bank sampah tidak hanya mengelola sampah anorganik. Tapi juga mengelola sampah organik karena mayoritas sampah keluarga adalah sampah organik. Kami juga menunggu kesiapan DLH menyangkut gerakan biopori rumah tangga anggota bank sampah.” .


Patut diyakini forum bank sampah juga akan meningkatkan nilai tambah dari sampah dengan penganekaragaman produk sampah. Termasuk bersama DLH Kabupaten Sukoharjo akan membuat stokis produk hasil pengolahan sampah untuk mengatasi kendala pemasaran. Produk dari hasil pengolahan sampah dari masyarakat bisa ditampilkan bersama forum bank sampah di stokis produk yang akan dipasarkan secara digital.

Camat juga antusias menyambut harapan Bupati Sukoharjo, semoga ada lebih banyak sampah yang bisa diolah untuk dimanfaatkan serta digunakan atau ada ada nilai uangnya bisa digunakan untuk membiayai tempat transit sampah dan syukur-syukur bisa memberikan penghasilan untuk pengelolanya. Untuk sampah yang tidak bisa digunakan barulah dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir di Mojo. Mengingat dan mempertimbangkan lahan di TPA Kabupaten Sukoharjo, Mojo, sangat terbatas sehingga proses pemilahan sampah sangat penting agar TPA Mojo tidak “overload” sampah.

Share :