BERITA PMD

Kasi dan Staf PMD Gatak Aktif-Cermat Dalam Monev BHBK Fisik Desa

3 November 2022

Kasi dan Staf PMD Gatak Aktif-Cermat Dalam Monev BHBK Fisik Desa

Bantuan Hibah Bantuan Keuangan manfaat dari BHBK fisik kontribusinya begitu besar bagi pembangunan desa. Berdasar sifatnya fisik, azas manfaatnya tentu tiap desa berbeda, karena ada yang berupa jalan, talud dan beberapa lainnya.


   

   Untuk dan demi tujuan dilaksanakan MONEV (Monitoring dan Evaluasi) adalah melakukan pemantauan atau pemeriksaan di lapangan terhadap pelaksanaan kegitan Fisik yang sedang atau telah dilaksanakan dan melakukan pengecekan meliputi kelengkapan administrasi di lapangan. Camat melalu Kasi PMD (Warjito, SE) dan stafnya (Siti Sakilatun) turut ke desa-desa berupaya secara aktif-cermat dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) BHBK Fisik Desa.


    Dan Tujuan lain dari pembahasan teknik monitoring dan evaluasi (monev) ini adalah memberi pemahaman tentang langkah-langkah persiapan, perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan hasil evaluasi program. Hasil monev merupakan informasi berharga yang dapat dijadikan pedoman bagi pimpinan untuk mengambil keputusan pengembangan organisasi yang dipimpinnya.

     Suatu organisasi haruslah dikelola secara profesional. Pengelolaan organisasi dimulai dari sistem perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program sesuai visi, misi dan tujuan yang telah ditetapkan. Namun demikian dalam kenyataannya, dewasa ini masih banyak keputusan-keputusan dalam penyusunan perencanaan organisasi yang diambil tidak berdasarkan informasi yang akurat. Artikel ini membahas tentang teknik merancang, menyiapkan, melaksanakan dan melaporkan seluruh kegiatan monitoring dan evaluasi.  

 

Potensi Fisik Desa


Potensi fisik desa adalah semua hal yang berkaitan dengan sumber daya alam atau fisikal. Lanskap keruangan sebuah desa dapat diketahui dari potensi fisik desa. Adapun potensi desa secara fisik adalah sebagai berikut.

1. Penduduk
Penduduk menjadi potensi desa yang paling penting. Potensi ini terkait dengan kuantitas dan kualitas penduduk desa. Jumlah penduduk yang besar menyediakan banyak tenaga kerja. Sementara itu, penduduk yang berkualitas berpotensi membangun desa lebih maju.

2. Lahan
Lahan di desa didominasi tanah luas dan subur. Tingkat kesuburan tanah memengaruhi pemanfaatan lahan oleh penduduk desa. Pemanfaatan lahan di desa didominasi kegiatan perkebunan, kehutanan, dan peternakan.

3. Air
Ketersediaan air dapat dimanfaatkan penduduk untuk memenuhi keperluan sehari-hari, kegiatan pertanian, dan peternakan. Kegiatan pertanian memanfaatkan air untuk irigasi. Air irigasi umumnya berasal dari sumber mata air.

4. Cuaca
Cuaca merupakan unsur fisik yang memengaruhi kegiatan penduduk desa. Cuaca panas di dataran rendah berpengaruh terhadap kegiatan pertanian dan peternakan penduduk desa.

Penduduk desa di dataran rendah mengembangkan kegiatan pertanian sawah, ladang, dan peternakan unggas. Sementara itu, desa di dataran tinggi dimanfaatkan untuk peternakan sapi perah, perkebunan sayur dan buah, serta agrowisata.

5. Ternak
Peternakan merupakan salah satu karakteristik fisik desa. Lahan luas dan sumber makanan ternak melimpah mendukung kegiatan peternakan.

Jenis hewan ternak yang dikembangkan antara lain sapi, kambing, itik, ayam, bebek, dan angsa. Peternakan di desa dapat dikembangkan dalam skala kecil hingga skala besar.

 

Share :