BERITA AGENDA CAMAT TRAMTIB

4 Pilar Hadir dan Mencerahkan di Gatak

16 November 2022

4 Pilar  Hadir dan Mencerahkan di Gatak

Workshop Kebangsaan Membangun Sinergitas 4-Pilar (TNI-Polri-Kemenag Pemda) dan Masyarakat dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Paham Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme di hadiri lk. 100 orang.
Waktu : Hari Rabu tanggal 16 Nopember 2022 Pukul 09.00 s.d 12.00 Wib 

Tempat : Pendopo Kantor kec. Gatak, kab. Sukoharjo Jl. Stasiun No 41 Ds. Blimbing, Kec. Gatak, Kab.Sukoharjo 


Adapun hadir dalam kegiatan sbb: 
a. Letkol CZI Slamet Riyadi, S.E (Dandim 0726/Sukoharjo) 
b. AKBP Wahyu Nugroho Setiawan, S.I.K., M.Pict., M.Krim (Kapolres Sukoharjo)
c. Kompol Agus, M.Si, (Katim Pencegahan Mabes Polri/Densus 88) sebagai narasumber.
d. Gunawan Wibisono, S. Sos, (Kakesbangpol Kab. Sukoharjo) sebagai narasumber
e. Drs. H. Mualim, S. Pdi , (Kemenag Kab. Sukoharjo) sebagai Narasumber.
f. Tri Wahyudi, S.H.,M.M (PLT Camat Gatak) 
g. Kapten Inf Sutrisno (Danramil 07/Gatak)
h. AKP Tugiyo, S.H., M.H (Kapolsek Gatak)
i. Anggota Koramil 07/Gatak.
j. Anggota Polsek Gatak.
k. Kepala Desa Se- Kec Gatak.
l. Perwakilan Toga Kec. Gatak.
m Perwakilan Tomas Kec. Gatak.

PLT Camat Gatak Sambutan Tri Wahyudi, S.H.,M.M () sbb : hari ini kita bisa melaksanakan kegiatan Workshop Kebangsaan Membangun Sinergitas 4-Pilar (TNI-Polri-Kemenag Pemda) dan Masyarakat dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Paham Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme, di pendopo kec. Gatak Kab. Sukoharjo.  Atas nama forkompincam Gatak mengucapkan selamat datang kepada para tamu undangan, kami menyambut baik kegiatan ini dan saya berharap agar disampaikan kepada masyarakat sehingga dapat mencegah paham radikal di masyarakat khususnya masyarakat Kab. Sukoharjo.


     Dandim 0726/Sukoharjo Sambutan Letkol CZI Slamet Riyadi, S.E: Kondisi global di 2023 terjadi resesi yg sangat besar tidak cm di indonesia tetapi jg di luar negeri termasuk negara amerika,inggris,perancis lebanon dan masih bnyk lg yang mengalami resesi yang parah

c. Indonesia yg disampaikan oleh mentri keuangan adalah negara yg kuat dalam menghadapi resesi karena indonesia kuat dalam ketahanan pangan,sehingga indonesia di lirik oleh negara2 besar untuk di ambil potensinya dengan cara generasi muda disusupi oleh paham2 radikalisme dan tidak hanya kaum generasi muda tetapi jg ASN, maka dari itu kita sebagai 4 pilar di tingkat paling bawah kita cegah paham itu dengan wawasan kebangsan

3. Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setiawan, S.I.K., M.Pict., M.Krim sbb : 
 Banyak kejadian bahwa ada sekolah swasta berkedok agama yang tidak terdaftar di kemenag yang mengajarkan paham2 yg keras sehingga hati murid2nya menjadi keras dan menjadi intoleran sehingga mudah sekali untuk disusupi paham radikalisme sehingga apa yg tidak sesuai dengan ajarannya akan berbuat amal ma'ruf nahi munkar lgsg ke jalan,sehingga itu tudas dari 4 pilar yg baling bawah pak bhabin pak babinsa pak lurah agar segera di tangani


4. Inti penyampaian oleh Gunawan Wibisono S. Sos (Kakesbangpol Kab. Sukoharjo) sebagai Narasumber sbb :
a. Kenapa kita lihat terorisme dan radikalisme bisa berkembang karena di negara kita adalah karena saling membanding bandingkan sehingga kita berpatokan dengan UUD 45 dan Pancasila, sehingga kita bagaimana bisa membaur dengan kelompok kelompok masyarakat. Sehingga pada kesempatan pagi hari ini kita melaksanakan Membangun Sinergitas 4-Pilar (TNI-Polri-Kemenag Pemda) dan Masyarakat dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Paham Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme.

b. Pada kesempatan ini saya ingin menyepakati dan membentengi di wilayah kita ada keterpaduan dan kebersamaan, bisa memberikan laporan sehingga kita mencegah kelompok kelompok tersebut, masuk ke wilayah kita, dan ternyata di wilayah Kab. Sukoharjo masih ada kelompok Khilafatul Muslimin yang ada di Polokarto.

c. Orang orang tersebut paling gampang masuk di kelompok kelompok agama sehingga ilmu yang di kasihkan hanya sepenggal penggal saja, dan dari sisi manapun dia tidak mau, dan kalau kita diamkan lima tahun kedepan mau jadi apa wilayah kita ini. Pada kesempatan pagi hari kami ingin ada tindakan nyata karena di wilayah ada Babinsa dan bhabinkamtibmas karena ada empat pilar di dalamnya tersebut sehingga semua itu mengatasnamakan agama. Dan yang paling mudah masuk paham radikalisme itu lewat agama. 

5. Inti penyampaian oleh Drs. H. Muh. Mualim M. Pdi (Kemenag Kab. Sukoharjo) sebagai Narasumber sbb :
a. Musuh bersama kita saat ini sesungguhnya adalah ekstrimisme akut hasrat saling memusnahkan perang intoleransi serta rasa benci diantara sesama umat manusia yang semuanya mengatasnamakan agama.

b. Tantangan Konsekuensi demokratisasi di era reformasi muncul dua kutub ekstrem dalam keberagamaan : 
1) Terlalu ketat dalam memahami teks-teks keagamaan (parsial dan testual)
2) Terlalu longgar dan terlalu bebas dalam memahami teks keagamaan Digitalisasi dan "Internet Of Thing" (IOT)mengakibatkan discrupsi di segala bidang, termasuk dalam kehidupan beragama.

c. Discrupsi dalam beragama antara lain : 
1) Media social sebagai sumber informasi dan bahan bacaan keagamaan.
2) Informasi keagamaan diperoleh secara instan, serba cepat, tidak utuh dan bersifat indoktrinasi. Lebih mengedepankan emosi daripada rasa dan rasio/nalar.
3) Meningkatnya inteoleransi akibat pengaruh internet (Survey Nasional PPIM UIN Jakarta, 2017). Dunia maya sebagai sumber belajar agama.
4) Kebenaran ditentukan oleh siapa yang berhasil menguasai ruang public.
5) Menguatnya semangat keberagamaan yang tidak diimbangi dengan pengetahuan dan wawasan keislaman yar memadai melahirkan sikap ekstrem dan eksklusif.
6) Otoritas keagamaan dan keulamaan mulai bergeser. Dari sosok yang penuh kesalehan dan kelim yang bisa menguasai ruang publik.

d. Kita harus wajib bersyukur karena Indonesia itu banyak berbagai suku, agama dan ras, itu saja bisa bersatu dan bisa hidup rukun. Oleh karena itu yang beda jangan di samakan. Kita boleh berbeda agama boleh yang penting tidak saling menyalahkan satu sama yang lainnya. Moderasi beragama itu yang paling benar adalah kita oleh karena itu kita sesama manusia tidaklah boleh menyalahkan itu yang menjadi kerukunan umat beragama. Bahwa agama itu bukan kendaraan politik karena agama itu ada rahmatan Lil 'alamin.

6. Inti penyampaian oleh Kompol Agus M. Si (Katim Pencegahan Mabes Polri /Densus 88) sebagai narasumber sbb : 
a. Definisi Intoleransi dapat diartikan sebagai rasa tidak tenggang rasa atau kebalikan dari kata toleransi yakni (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya)yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri.

b. Karakter .
1) Merasa paling benar, menuduh salah kepada yang berbeda dengan kelompoknya.
2) Keinginan mengformalisasi ritual agama tertentu.
3) Mengedepankan prinsip agama dan mengalahkan prinsip kemanusiaan dan prinsip keadilan.
4) Agama secara simbolik.
5) Menghina atau mengejek kepercayaan dan cara beribadah orang lain.
6) Mengganggu atau menghalangi, melarang ibadah orang yang dianggap berbeda dengan kelompoknya.
7) Memprovokasi orang lain untuk ikut membenci, memusuhi dan menghalangi pemahaman yang berbeda dengannya.

c. Definisi radikalisme dianggap sebagai suatu ajaran dan doktrin atau politik paham yang berbahaya serta dipahami sebagai aliran yang menghendaki pergantian dengan cara yang keras dan cepat.

d. Perbuatan yang mengarah radikalisme sbb :
1) Pelecehan terhadap simbol-simbol negara.
2) Penistaan terhadap empat pilar kebangsaan.
3) Eksploitasi Sara untuk perpecahan.
4) Penggunaan atribut atau aksesoris yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.
5) Penyebarluasan pendapat yang bermuatan ujaran kebencian.
6) Bergabung kepada kelompok atau organisasi komunitas yang terindikasi radikal.

e. Potensi sasaran rekrutmen radikalisme di Indonesia sbb : 
1) Kelompok Perempuan.
(a) Indeks feminisasi radikalisme mencapai 12.3% sedangkan laki-laki 12.1%.
(b) Rentan dan Militan.
(c) Korban sering Mendapat Simpati publik.
2) Kelompok Muda dan Netizen.
(a) Indeks potensi radikalisme generasi Z (1996-2009) mencapai 12.7%, milenial 12.4%, dan 11.7% generasi X (1965 - 1979). 
(b) Masa pencarian jati diri /pengakuan. (c) Semangat lebih besar dari pada ilmu. 
3) Masyarakat Urban.
(a) Indeks potensi radikalisme.
 kalangan urban 12.3%, sedangkan rural (pedesaan) 12.1%.
(c) Merasa diperlakukan tidak adil.

f. Langkah -langkah pencegahan sbb : 
1) Deteksi dini : Menciptakan rasa tanggap masyarakat atas perubahan lingkungan sosial sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan ancaman intoleransi radikalisme dan terorisme.
2) Partisipasi : Meningkatkan keikutsertaan masyarakat untuk melaporkan kepada pihak berwenang jika mengetahui atau melihat kegiatan yang mencurigakan.
3) Sinergisme : Meningkatkan sinergi pemerintah daerah TNI polri penyuluh agama para tokoh dan stakeholder terkait untuk mencegah penyebaran paham intoleransi radikal dan terorisme.

g. Peran pencegahan masing-masing stakeholder antara lain : 
1) Masyarakat dan keluarga. Masyarakat mampu melakukan deteksi dini dan partisipasi melapor kepada RT RW bila menemukan warga yang terindikasi ciri-ciri radikal teror.
2) RT dan RW/ Kepling, tokoh agama/ tokoh adat/tokoh pemuda : RT dan RW melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap pendatang baru atau pendatang yang menginap di rumah warga. Tokoh agama tokoh adat dan tokoh pemuda harus mampu menyampaikan informasi pencegahan radikalisme kepada warga melalui pendekatan agama budaya dan kegiatan kepemudaan.
3) Babinkamtibmas /Babinsa penyuluh agama perangkat desa : Menyampaikan informasi pencegahan radikalisme kepada warga membantu melakukan pengamanan wilayah jika ditemukan ada kasus radikalisme di lingkungan dan melaporkan kesatuan atas.
4) Polsek / Koramil /Kecamatan : Harus bersinergi serta mampu melakukan penyuluhan pembinaan dan sosialisasi dan penguatan empat pilar kebangsaan terhadap perangkat- perangkat desa dan tokoh masyarakat.
5) Forkopimda : mampu bersinergi dan menentukan arah kebijakan daerah gunung menguatkan ideologi bangsa dalam mencegah intoleransi radikalisme dan terorisme di wilayah setempat.

Selama kegiatan berlangsung berjalan aman dan kondusif.

Kontributor : Polsek Gatak

Share :