Seni Penataan Menyambut Fenomena Pasar Tiban, Lalu Lintas, Perparkiran & Tramtibmas

Seni Penataan Menyambut Fenomena Pasar Tiban, Lalu Lintas, Perparkiran & Tramtibmas

Setidaknya Menawarkan Tiga Manfaat  Yang Diperoleh Adanya Penataan Kawasan Tertib Trotoar, PKL, Perparkiran & Melancarkan Arus Lalu lintas Lingkungan Kantor Kecamatan Gatak, Pasar, SMPN 1 Gatak dan Dinamika Khas & Periodik tertentu pada Arus Lalin sekitar “Palang Pintu Stasiun Gawok”

Pertama, menyenangkan bagi konsumen yang datang berbelanja Pasar Tanjung Rejo, Desa Blimbing – Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo karena kebijakan Kepala Desa Blimbing (Suwarjo, SSos) disediakan Pengelolaan Tempat Parkir dan Penitipan Kendaraan yang Memadai di Halaman Dekat Rumdin Sekcam (Lahan di sebelah barat Polsek Gatak) dan atau di Halaman Masjid Besar,

Kedua, menyenangkan para Pedagang Kaki Lima (PKL) ditawarkan kesempatan ada tempat pilihan yang cukup representatif untuk berjualan di :

  1. Masuk kedalam pasar Tanjung Rejo untuk berdagang.
  2. Berjualan di Lingkungan GOR (Depan Masjid Agung Gatak)
  3. Berjualan di Halaman Dekat Rumdin Sekcam (Lahan di sebelah barat Polsek Gatak)

Semoga Para PKL semangat dan bisa antusias serta apresiatif  karena begitu diharapkan ada ketenangan mencari rizki halalan thoyyiban dengan tanpa mengurangi hak pengguna trotoar sehingga juga semoga dapat meningkat omzet penjualan dagangan mereka.  Selain itu, para Pedagang Kaki Lima (PKL) tidak merasa bersalah kepada pengguna lalu lintas dan pejalan kaki yang nyaman serta tak perlu merasa diuber-uber oleh aparat yang berwajib dan atau petugas lainnya, dan atau mungki tidak dipalak/pungli oleh para preman atau oleh orang-orang yang tidak bertanggung-jawab.

Ketiga, kawasan lingkungan Kantor Kecamatan Gatak, SMPN 1 Gatak sebagai Tempat Pendidikan  aman & nyaman para siswanya bisa focus dilingkungan sebagaimana mestinya, serta Lingkungan Pasar yang semakin tertata sehingga makin diminati dan berkembang makmur penjual dan pembelinya. Sehingga pula kelihatan tidak semrawut dan mengurangi kemacetan  mengingat kawasan dekat Palang Pintu Stasiun Gawok yang sangat dinamis dan secara periodik kendaraan terhenti dan menumpuk memanjang hingga turut berkontribusi memacetkan arus lalu-lintas.

Demikian pun menyadari bahwa Langkah tersebut adalah tentu adalah “Tidak Bisa Beri Kepuasan Terhadap Semua Pihak”

Walaupun begitu, Untuk disadari, ternyata setiap keputusan sebaik apapun tidak bisa memberi kepuasan pada semua. Itulah yang dihadapi dalam penataan Trotoar, Pedagang Kaki Lima, Pengaturan Perparkiran dan Optimaslisasi Penataan Pasar Tanjung Rejo.

Dalam rangka hal tersebut telah  dilaksanakan langkah sosialisasi kelapangan secara  langsung yang dipimpin oleh Camat Gatak (Dra. Sumi Rahayu, MHum) yang pada pokok komitmennya secara sinergi menyatakan; saat penertiban pihaknya lebih mengedepankan pendekatan humanis dan profesional kepada warga yang memanfaatkan trotoar untuk berdagang dan adanya parkir liar. Agar dalam sosialisasi operasi ini yakni sekaligus ber-Gotongroyong Sambut dan Serap Langsung Antara Pengguna Lalulintas, Pedagang Kaki Lima dan Pengatur Perparkiran Lingkungan Kantor Kecamatan Gatak dan Pasar Tanjung Rejo yang terlaksana pada Senin 28 Mei 2018 berjalan lancar.

Atau bahkan semoga kedepannya ada kerelaan yang spontanitas para pemilik lapak membantu aparat dengan tidak perlu membongkar lapak dan sehingga pindah sendiri-sendiri pada tempat yang telah diediakan Pemerintah Desa Blimbing dan dikelola Lurah Pasa. Demikian langkah Camat Gatak dengan menyertakan Kasi Tramtib beserta Stafnya turut bergerak bersama-sama Jajaran Ditlantas Polres Sukoharjo, Jajaran Dinas Perhubungan dan Bidang Perpakiran Kabupatn Sukoharjo, Jajaran Satpol PP Kabupaten. Sukoharjo, Kepala Desa Blimbing beserta jajaran Perangkat Desanya, Kepala PJKA Stasiun Gawok dan Lurah Pasar Tanjung Rejo. Dimana sebelumnya secara bersama mengadakan kajian dan rakor sinergi program bersama, dan selanjutnya melaksanakan sosialisasi bersama, selanjutkan terus akan aktif berdialog dan bahan monev langkah-langkah selanjutnya.

Demikian pada kesempatan sebelumnya memang telah ada kegiatan rakor pendahuluan Jum’at, 25 Mei 2018 yang membahas tentang kegiatan dan ingin bersinergi melibatkan bersama Masyarakat dan Aparatur, Agar ada Solusi melebarkan empati untuk bersatu menghindari masalah saling mengeluh hingga tumbuh solusi saling menguntungkan antara Penjual dan Pembeli, Pengguna Jalan dan Pengatur Parkir serta agar saling lancar Mendapatkan Rizki Halalan Thoyyiban dengan secara : aman berlalulintas, sehingga nyaman, aman pula dalam kegiatan ekonomi transaki jual beli, hingga bisa saling selamat dan sukses mencapai tujuan, bahagia dunia dan akhirat. Inilah bagian Langkah dan Rakor tertib trotoar dan tertib lalulintas dan memberikan solusi tempat yang cukup serta berbagi akan kebutuhan situasi Tramtibmas dengan Empati atas Keluhan yang mengetengah dimasyarakat agar kembali menjadi Sentuhan sapa dan akhirnya ada interaksi yang saling menguntungkan.

Share